Batu Bara ICE Newcastle di Area 137,60, HBA Mengalami Kenaikan

  • Batu Bara ICE Newcastle sama sekali tidak berubah Jumat lalu.
  • HBA periode pertama Mei 2026 menunjukkan kenaikan.
  • Ditjen Minerba mengadakan Coaching Clinic untuk penyusunan RKAB.

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup Jumat lalu di 137,60 yang sama sekali tidak berubah sepanjang hari. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah sangat kecil setelah hari sebelumnya juga tidak menunjukkan pergerakan. Ke depan, pasar akan mencerna kabar baru dari Timur Tengah yang memiliki potensi untuk menggerakkan komoditas dalam jangka pendek.

Batu bara ini masih mempertahankan tren bullish-nya karena bergerak stabil di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 57,70 juga mengindikasikan momentumnya bullish meskipun datar dalam beberapa hari terakhir.

Suhu di Pelabuhan Newcastle Australia adalah 20°C dengan kondisi langit berawan dan ada kemungkinan hujan ringan ke depan. Meskipun bukan hujan besar, pasar akan menantikan apakah hujan ini bisa mengganggu pemuatan batu bara yang pada akhirnya bisa mengakibatkan pengiriman komoditas yang mundur dari jadwal dan berpotensi memengaruhi harga dalam jangka pendek.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan Proyek Pembebasan yang bertujuan mengawal kapal-kapal netral yang terjebak di Teluk Persia untuk keluar melewati Selat Hormuz, Bloomberg melaporkan pada hari Minggu. Proyek ini diindikasikan akan dimulai hari Senin ini. Tindakan ini juga untuk memulihkan kebebasan pengiriman komersial yang melalui Selat Homuz, kata pejabat AS yang dikutip Wall Street Journal.

Kabar ini menekan harga-harga komoditas misalnya minyak West Texas ntermediate yang dibuka dengan gap bearish di bawah $100 hari ini. Tekanan tersebut karena proyek Trump berpotensi memperbaiki jalur distribusi komoditas-komoditas energi seperti minyak dan gas. Jika distribusi gas membaik, permintaan batu bara yang digunakan sebagai alternatif gas bisa kembali ke level-level normal sekaligus menekan harganya.

Pasar kini menantikan apakah pengawalan benar-benar bisa terjadi dan apakah ada tindakan pertentangan langsung di lapangan dari Iran setelah Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyebut campur tangan apa pun AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Mei 2026 dalam Kepmen ESDM No. 179.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $106,57 naik dari $103,43
  • Batubara I (5.300 GAR) $79,56 naik dari $77,71
  • Batubara II (4.100 GAR) $55,66 naik dari $52,84
  • Batubara III (3.400 GAR) $38,76 naik dari $38,30

Dalam media sosial Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba)Kementerian ESDM menyebutkan bahwa peningkatan dalam harga batu bara acuan ini sebagai cerminan dari masih kuatnya kebutuhan energi global, khususnya dari negara-negara Asia, meskipun dalam transisi energi menuju energi hijau.

Pada pekan lalu, Ditjen Minerba mengadakan Coaching Clinic untuk Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk komoditas batu bara dan mineral yang bertujuan meningkatkan kualitas penyusunan dokumen RKAB oleh para pelaku usaha pertambangan. Acara ini sendiri dihadiri oleh 98 perusahaan, seperti diinformasikan dalam situs Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Cecep Mochammad Yasin, mengatakan, "Kami memberikan penjelasan lebih detail dari semua aspek evaluasi di sini dan kami berharap pelaksanaan coaching ini dapat membuka ruang untuk penyampaian pengawasan dan evaluasi RKAB."

Cecep lebih lanjut menginformasikan Ditjen Minerba menyiapkan aplikasi EFS dalam sistem MinerbaOne untuk mempermudah para pelaku usaha untuk mengunggah dokumen studi kelayakan yang menjadi salah syarat untuk pengajuan RKAB. Diharapkan penyusunan RKAB yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dapat mendukung tata kelola pertambangan yang transparan, efektif, serta berkelanjutan.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

USD/CAD: Penurunan Terbatas Sebelum Kuartal IV – Commerzbank

Michael Pfister dari Commerzbank berpendapat bahwa harga Minyak yang lebih tinggi memberikan dukungan sementara pada Dolar Kanada (CAD), tetapi memperingatkan bahwa ekonomi Kanada yang rapuh dan pembicaraan USMCA (Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada) yang akan datang dapat memicu kemunduran
了解更多 Previous

Indeks Dolar AS (DXY) meningkat di atas 98,00 seiring meningkatnya ketegangan geopolitik

Dolar AS (USD) menguat tipis terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin, dengan Indeks USD (DXY) kembali ke level di atas 98,00 setelah memantul di level terendah 97,70 pada hari Jumat, meskipun masih berada dalam kisaran bawah band perdagangan beberapa pekan terakhir.
了解更多 Next