USD/IDR: Rupiah Kembali ke Atas Rp18.000 Jelang JOLTS AS dan PDB Kuartal II Indonesia

  • Kurs Rupiah melemah ke Rp18.015 per Dolar AS pada perdagangan Selasa.
  • Kenaikan harga minyak membebani Rupiah, meski Indeks Dolar AS relatif stabil di sekitar 100 jelang JOLTS AS.
  • PDB Indonesia kuartal II diprakirakan tumbuh 5,1% secara tahunan pada Rabu.

Rupiah Indonesia (IDR) melemah 35 poin atau sekitar 0,19% ke Rp18.015 per Dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan antarbank domestik Selasa, dari Rp17.980 pada Senin. Mata uang Garuda kehilangan penguatan awal pekan setelah harga minyak kembali naik, sementara pelaku pasar menanti data Lowongan Kerja JOLTS AS pada Selasa malam dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II pada Rabu.

Di pasar offshore, USD/IDR dibuka di Rp17.950 dan berfluktuasi dalam rentang Rp17.950–Rp18.040 sebelum berada di sekitar Rp18.024. Bank Indonesia menetapkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di Rp18.037, naik dari Rp17.991 pada Senin.

Harga Minyak Membatasi Permintaan terhadap Rupiah

Indeks Dolar AS (DXY) nyaris datar di sekitar 100 pada awal sesi Eropa setelah bergerak dalam rentang 99,93–100,06. Greenback masih berupaya stabil setelah turun tajam pada akhir Juli. Dengan DXY tidak menunjukkan penguatan berarti, tekanan terhadap Rupiah pada Selasa lebih terlihat berasal dari kenaikan harga minyak dan kehati-hatian menjelang agenda ekonomi berikutnya.

Brent naik 1,52% ke US$85,04 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,77% ke US$80,96 pada sesi Eropa setelah keduanya merosot tajam pada Senin. Harga minyak pulih karena ketidakpastian mengenai penyelesaian konflik AS–Iran masih tinggi, terutama setelah Teheran membantah adanya perundingan dengan Washington.

Kenaikan harga energi turut menyoroti kerentanan neraca eksternal Indonesia. Neraca perdagangan mencatat defisit US$450 juta pada Juni, menyempit dari US$1,61 miliar pada Mei. Namun, lonjakan impor migas membuat Rupiah tetap sensitif terhadap pergerakan minyak karena kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan kebutuhan valas untuk membiayai impor.

JOLTS AS Menjadi Ujian Terdekat

Sebelum perhatian beralih ke data domestik, pasar akan mencermati laporan Lowongan Kerja JOLTS AS pada Selasa malam. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai ketahanan pasar tenaga kerja dan memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga Federal Reserve. Hasil yang tetap kuat berpotensi menopang Dolar AS, sedangkan pelemahan lowongan kerja dapat membatasi pemulihan Greenback.

PDB Indonesia Kuartal II Menjadi Fokus

Dari dalam negeri, PDB Indonesia kuartal II diprakirakan tumbuh 5,1% secara tahunan pada Rabu, melambat dari 5,61% pada kuartal I. Secara kuartalan, ekonomi diproyeksikan meningkat 3,5%, berbalik dari kontraksi 0,77% pada tiga bulan pertama tahun ini. Perlambatan tahunan diprakirakan mencerminkan normalisasi konsumsi setelah periode hari raya, berkurangnya dukungan ekspor neto, serta pelemahan penjualan ritel pada April dan Mei.

Pertumbuhan yang melampaui konsensus dapat memperkuat keyakinan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dan memberikan dukungan bagi Rupiah. Sebaliknya, hasil di bawah 5,1% berpotensi menambah tekanan, terutama apabila harga minyak bertahan tinggi atau Dolar AS menguat setelah rilis JOLTS.

Indikator Ekonomi

Lowongan Pekerjaan JOLTS

Lowongan Pekerjaan JOLTS adalah survei yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk membantu mengukur lowongan pekerjaan. Mengumpulkan data dari sejumlah pengusaha termasuk pengecer, produsen dan kantor-kantor yang berbeda setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Agu 04, 2026 14.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 7.45Jt

Sebelumnya: 7.594Jt

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Lira Turki: Inflasi Juli dan aturan valas membebani lira – Commerzbank

Catat Tatha Ghose dari Commerzbank bahwa perlambatan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Turki pada bulan Juli menjadi 31,7% tahun-ke-tahun menutupi momentum harga yang mendasari masih kuat, dengan inflasi umum dan inti yang dihaluskan berada di atas 2% bulan-ke-bulan.
Baca selengkapnya Previous

Dolar AS: Manufaktur yang kuat dan JOLTS menjadi fokus – Danske Bank

Tim Riset Danske menegaskan sinyal siklis Amerika Serikat (AS) yang kuat, dengan indeks manufaktur ISM naik ke 55,6 pada bulan Juli, melampaui ekspektasi dan pembacaan bulan Juni. Pesanan baru, ketenagakerjaan, dan produksi semuanya membaik, sementara harga melunak
Baca selengkapnya Next