Indonesia: Kontinuitas Kebijakan Mendukung Rupiah – ING

Lynn Song dari ING memprakirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 5,75% pekan ini, dengan memprioritaskan stabilitas Rupiah sambil menghindari kenaikan segera. Laporan tersebut menyoroti ketergantungan BI yang semakin besar pada alat non-suku bunga seperti imbal hasil SRBI dan intervensi Valas. Transisi kepemimpinan di BI dipandang mengurangi kemungkinan langkah pada Agustus, dengan kesinambungan sebagai pesan utama.

BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil

"Kami memprakirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% pada hari Rabu."

"Keputusan BI untuk menahan suku bunga secara tak terduga pada Juli menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan semakin menyeimbangkan stabilitas rupiah dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan."

"Meskipun stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama, BI tampaknya lebih bersedia menggunakan alat non-suku bunga, termasuk imbal hasil Bank Indonesia Rupiah Securities (SRBI) dan intervensi Valas, alih-alih segera menaikkan biaya pinjaman."

"Transisi kepemimpinan BI yang sedang berlangsung juga menurunkan probabilitas langkah pada Agustus, karena Pelaksana Tugas Gubernur Destry Damayanti kemungkinan akan menggunakan pertemuan pertamanya untuk memberi sinyal kesinambungan alih-alih memberikan kejutan kenaikan suku bunga."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Pound Inggris Menguat karena Penjualan AS yang Lemah Memperdalam Penurunan USD

Pound Sterling naik sekitar 0,40% pada hari Jumat karena serangkaian data AS membenarkan pendekatan dovish The Fed, dengan sentimen konsumen memburuk sementara proses disinflasi membaik. GBP/USD diperdagangkan di 1,3545 setelah memantul dari level terendah harian di 1,3482.
আরও পড়ুন Previous

Kanada: Pelemahan inti mengarahkan jalur BoC – TD Securities

Robert Both dari TD Securities memprakirakan IHK utama Kanada akan naik menjadi 2,9% tahun-ke-tahun pada bulan Juli, didorong oleh kenaikan harga bensin dan makanan, sementara komponen non makanan/energi tetap lemah.
আরও পড়ুন Next