WTI Bertahan di Atas $84,50 karena Meningkatnya Kekhawatiran atas Sanksi AS terhadap Iran

  • WTI naik karena Washington menargetkan mitra dagang Iran dengan tenggat waktu yang ketat untuk mengisolasi Teheran dan membuka kembali Hormuz.
  • Serangan terhadap kapal tanker di lepas pantai Oman dan di Laut Merah meningkatkan ancaman terhadap infrastruktur energi regional.
  • Para pedagang masih terbelah soal apakah penegakan hukum AS yang agresif akan mempercepat atau justru memperpanjang konflik.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat setelah mencatat penurunan lebih dari 2% pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $84,70 per barel selama sesi perdagangan Asia pada hari Selasa. Harga minyak mentah naik seiring Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dan mitra dagangnya untuk memaksa dibukanya kembali Selat Hormuz.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan rencana untuk mengisolasi Iran dengan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih mempertahankan hubungan bisnis dengan Teheran. Menambah tekanan, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negara-negara tersebut akan diberi tenggat waktu tertentu untuk memutus hubungan dengan Iran atau menghadapi sanksi sepihak dari AS.

Geoff Yu dari BNY menyoroti bahwa "AS memperluas konfrontasi ekonominya dengan Iran," seraya memperingatkan bahwa langkah-langkah terbaru ini dirancang untuk memperdalam isolasi keuangan Teheran dan dapat menimbulkan "potensi dampak lanjutan jauh melampaui Teheran." Ia mencatat bahwa para investor semakin fokus pada seberapa jauh Washington siap melangkah dalam memperketat pembatasan, serta pada risiko bahwa sikap yang lebih keras terhadap Iran akan berdampak pada hubungan dengan mitra dagang utama di Eropa dan Asia.

Meskipun langkah-langkah agresif ini, para pelaku pasar masih belum yakin apakah strategi AS akan mempercepat atau menunda penyelesaian konflik dan pada akhirnya pembukaan kembali jalur air vital tersebut.

Sementara itu, risiko geopolitik terhadap arus energi di Timur Tengah terus meningkat. Angkatan Laut Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak terkena serangan dan lumpuh di dekat Oman, sementara militan Houthi yang didukung Iran mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap sebuah supertanker Arab Saudi yang melintas di Laut Merah.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Risalah Rapat RBA: Dewan Siap Menaikkan Suku Bunga jika Risiko Naik Terwujud

Reserve Bank of Australia (RBA) menerbitkan risalah rapat kebijakan moneter bulan Juli pada hari Selasa, dengan poin-poin penting yang tercatat di bawah ini.
Devamını oku Previous

Emas Antam 25 Agustus Rp2.768.000, Naik Rp18.000

Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.768.000 hari ini. Harganya naik Rp18.000 dari harga kemarin di Rp2.750.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.434.000 dan 1 kg di Rp2.708.600.000
Devamını oku Next