AS menargetkan kapal tanker minyak Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal AS

Pejabat AS mengatakan bahwa pasukan AS telah menyerang beberapa tanker Iran yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai respons atas upaya serangan rudal terhadap sebuah kapal perang AS, Bloomberg melaporkan pada hari Selasa. 

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Amerika menyerang tanker-tanker tersebut di Teluk Oman dan dekat Pulau Kharg Iran, seraya menambahkan bahwa pasukan AS "mengarahkan awak untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal itu diserang." CENTCOM menyatakan tanker-tanker yang menjadi sasaran tersebut merupakan "bagian dari jaringan bayangan bernilai miliaran dolar yang mendanai IRGC dan proksi regionalnya. 

IRGC memperingatkan bahwa kapal-kapal di pelabuhan Kuwait dan Bahrain yang menampung pasukan AS dapat menjadi sasaran pembalasan atas serangan Amerika terhadap tanker minyak Iran.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Mehr Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Kharg, fasilitas ekspor minyak utama Iran. 

Militan Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka kembali menargetkan kilang Jazan milik Arab Saudi dengan kapasitas 400.000 barel per hari dan fasilitas yang melayani pasar domestik. 

Reaksi pasar

Pada saat berita ini ditulis, West Texas Intermediate (WTI) naik 0,13% pada hari ini di level US$92,35.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Uang Beredar M2+CD (Thn/Thn) Jepang Agustus Merosot ke 2% dari Sebelumnya 2.2%

Read more Previous

Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah di Area 17.596, Menantikan Data Keyakinan Konsumen

Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 9 September:
Read more Next