GBP/USD Tetap Melemah di Bawah 1,3200, Berita Acara Fed Ditunggu

FXStreet - Setelah gagal melewati rintangan 1,3220-25, GBP/USD mendekati beberapa penawaran jual baru dan mengikis sebagian kenaikan kuat sesi sebelumnya.

Pasangan ini menghentikan langkah pemulihannya dan mematahkan kenaikan dua hari berturut-turut, meski ada nada yang agak lemah di seputar Dolar AS yang dipimpin oleh ketidakpastian mengenai rencana perbaikan pajak Presiden AS Donald Trump.

Dengan tidak adanya pemicu fundamental terbaru, retracement pasangan ini juga dapat dikaitkan dengan kenaikan sederhana dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS dan beberapa transaksi reposisi menjelang rilis berita acara FOMC hari ini.

Aksi kenaikan suku bunga Fed Desember sudah diperkidakan pasar dan oleh karena itu, risalah rapat FOMC terbaru akan mempengaruhi ekspektasi mengenai sikap bank sentral dalam beberapa bulan mendatang dan dapat memberi dampak jangka panjang pada greenback.

Menuju ke risiko peristiwa utama, rilis data lowongan kerja JOLTS dari AS akan dilihat untuk beberapa peluang perdagangan jangka pendek.

Level teknis untuk dipantau

Sebuah tindak lanjut melalui kelemahan di bawah area 1,3175-70 kemungkinan akan mempercepat pelemahan kembali menuju support SMA 100 hari di dekat area 1,3135, yang jika disingkirkan bisa membuat pasangan ini rentan untuk menembus di bawah 1,3100.

Pada sisi atas, pergerakan naik di atas 1,3200 mungkin terus menghadapi penawaran baru di dekat area 1,3220-25, di atasnya short-covering dapat mengangkat pasangan menuju resisten di 1,3265 menjelang 1,3300.

NZD: Perubahan besar? - Rabobank

Hasil pemilihan 23 September di Selandia Baru telah berlalu, namun hasil akhir yang diumumkan akhir pekan lalu telah mempersempit kesenjangan antara blok tengah kiri dan Partai Nasional yang berkuasa, catatan Jane Foley, Ahli Strategi Senior FX di Rabobank.
আরও পড়ুন Previous

PM Inggris May: Mencari Kesepakatan Perdagangan Yang Serupa Dengan Yang Kita Punya Saat Ini

Perdana Menteri Inggris Theresa May diberitakan dalam satu terakhir mengatakan bahwa mereka mencari kesepakatan perdagangan yang serupa dengan yang mereka miliki saat ini. May lebih jauh menambahkan bahwa mereka tidak meningkatkan skenario 'tidak ada kesepakatan' namun bersiap menghadapi setiap kemungkinan, seperti dilansir LiveSquawk.
আরও পড়ুন Next