USD/JPY Dalam Pencariah Arah Yang Jelas, Terjebak Dalam Kisaran Di Bawah 108,00

  • USD/JPY terbatas dalam kisaran perdagangan sempit di bawah 108,00 pada hari Senin.
  • Memburuknya sentimen risiko menguntungkan safe-haven JPY dan membatasi sisi atas USD/JPY.
  • Kebangkitan kembali permintaan USD membantu mengimbangi faktor negatif dan membatasi segala pelemahan pasangan ini.

Pasangan USD/JPY tidak memiliki bias arah yang tegas dan terombang-ambing dalam kisaran perdagangan sempit, di bawah 107,00 sepanjang sesi Asia.

Kombinasi kekuatan divergen gagal memberikan dorongan yang berarti bagi pasangan ini dan menyebabkan aksi perdagangan yang tenang/terikat-dalam-kisaran pada hari pertama minggu perdagangan baru.

Ketegangan baru AS-Tiongkok tentang asal usul virus corona membayangi optimisme atas pembukaan kembali ekonomi di beberapa bagian dunia dan membebani sentimen investor.

Ditambah, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada Tiongkok sebagai pembalasan atas menutup-nutupi dan kesalahan penanganan wabah virus corona pada tahap awal.

Penurunan lebih lanjut dalam sentimen risiko global terbukti dari penurunan baru di bursa ekuitas, yang akhirnya mendukung permintaan safe-haven yen Jepang.

Di sisi lain, dolar AS kembali dalam permintaan dan diuntungkan oleh statusnya sebagai mata uang cadangan global di tengah persistennya kekhawatiran seputar dampak ekonomi akibat pandemi.

Sekarang akan menarik untuk melihat apakah pasangan ini dapat memperoleh daya tarik yang berarti atau tetap terbatas dalam kisaran di tengah tidak adanya rilis ekonomi penggerak pasar yang relevan dari AS pada hari Senin.

Ke depan, data makro AS penting minggu ini yang dijadwalkan pada awal bulan baru, termasuk laporan tenaga kerja bulanan yang diawasi ketat (NFP), akan dicermati untuk mencari dorongan arah baru.

Level-level teknis yang harus diperhatikan
 

 

Indonesia: Inflasi Terus Mereda – ANZ

Inflasi utama bulan April di Indonesia mereda untuk 2 bulan berturut-turut dan duduk nyaman di dalam kisaran target 2-4% bank sentral, para ekonom di
อ่านเพิ่มเติม Next