AUD/JPY Berdetak Lebih Tinggi Karena Jepang Memasuki Resesi, Kontrak Berjangka S&P 500 Naik
- AUD/JPY menambah kenaikan di Asia karena bursa berjangka AS diperdagangkan hijau.
- Jepang memasuki resesi ekonomi pada kuartal pertama.
- Ekuitas tetap dalam tawaran beli, membuat Yen tetap berada dalam penawaran meskipun data lemah, karena Powell Fed menegaskan kembali kesiapan untuk berbuat lebih banyak.
Pasangan AUD/JPY melaporkan kenaikan marjinal selama jam perdagangan Asia pad ahari Senin di tengah meningkatnya keterputusan antara kinerja pasar ekuitas dan realitas ekonomi yang dijalani.
Ekonomi Jepang mengalami kontraksi pada tingkat tahunan 3,4% pada kuartal pertama setelah kontraksi 7,3% direvisi dalam tiga bulan terakhir 2019, data pemerintah menunjukkan pada hari Senin.
Jepang secara resmi memasuki resesi dengan kontraksi ekonomi triwulanan berturut-turut. Meski begitu, kontrak berjangka S&P 500 mendapatkan ketinggian dan menjaga yen Jepang, safe haven, defensif. Pada waktu berita ini ditulis, indeks kontrak berjangka AS naik 0,83% dan AUD/JPY diperdagangkan di 68,87, mewakili kenaikan lebih dari 20 pip pada hari ini.
Putusnya hubungan antara realitas ekonomi dan pasar saham dapat dikaitkan dengan komentar Ketua Federal Reserve Powell terbaru bahwa bank sentral belum kehabisan amunisi dan dapat melakukan lebih banyak jika diperlukan. Selain itu, The Fed dan bank sentral utama lainnya telah menyuntikkan jumlah likuiditas yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dua bulan terakhir, membantu ekuitas tetap dalm tawaran beli meskipun meningkatnya risiko kehancuran deflasi global yang disebabkan oleh virus corona.
Ke depan, rally yang didorong likuiditas di saham AS bisa berhenti secara tiba-tiba karena gesekan baru antara Amerika Serikat dan Tiongkok karena wabah virus. Pemerintahan Trump meningkatkan retorika anti-Tiongkok pada akhir pekan, dengan ajudan utama menunjukkan bahwa Beijing mengirim penumpang pesawat untuk menyebarkan infeksi di seluruh dunia.