USD/IDR: Rupiah Di Terendah Multi-Hari Dekat 14.180 Karena Pemangkasan Suku Bunga Bank Indonesia Yang Mengejutkan

Pada  pertemuan kebijakan moneter bulan November yang  diadakan pada hari Kamis, bank sentral Indonesia, Bank Indonesia (BI), secara tak terduga memangkas suku bunga reverse repo 7 hari sebesar 25bps menjadi 3,75% dari sebelumnya 4,0%.

Gubernur Warjiyo mengatakan keputusan itu mempertimbangkan inflasi yang rendah, stabilitas eksternal dan untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Komentar tambahan

Ekonomi telah membaik didukung oleh belanja pemerintah.

Pemulihan ekonomi berlanjut di bulan Oktober.

PDB terlihat meningkat lebih lanjut pada tahun 2021.

Neraca pembayaran Kuartal 3 terlihat surplus.

Pertahankan perkiraan untuk defisit akun saat ini di bawah 1,5% dari PDB.

Defisit transaksi berjalan 2021 terlihat dapat dikelola dan rendah.

Apresiasi rupiah berpotensi berlanjut, masih undervalued.

Pertahankan perkiraan inflasi 2020 di bawah kisaran target 2% -4%.

Terus berkomitmen untuk menyediakan likuiditas.

Bank Indonesia akan terus memastikan nilai rupiah mencerminkan fundamental.

Hasil pemilu AS, berita vaksin, perjanjian RECP telah mengurangi ketidakpastian pasar keuangan global.

Implikasi FX

Atas keputusan penurunan suku bunga yang mengejutkan dari bank sentral Indonesia, Rupiah (IDR) sedikit turun dari posisi terendah empat hari di 14.193 vs dolar AS.

Pasangan USD / IDR terakhir terlihat diperdagangkan pada 14.174, naik 0,88% hari itu.

Emas Tampak Melanjutkan Penurunannya, Amati $1850

Emas (XAU/USD) sekali lagi menyaksikan aksi harga dua arah yang baik pada hari Rabu tetapi tetap terjebak di kisaran $20, jauh di bawah $1900. Bear ak
अधिक पढ़ें Previous

AUD/USD Akan Pertahankan Kisaran 0,7180-0,7400 – Westpac

Aussie harus mempertahankan kisaran untuk saat ini karena pertumbuhan global kuartal 4 mendingin namun ekuitas tetap tangguh. Analis di Westpac terlih
अधिक पढ़ें Next