USD/JPY: Tertekan Dekat 103,00 Di Tengah Kekhawatiran Pemberlakuan Darurat Covid di Tokyo

  • Penjual USD/JPY menyerang rendah intraday di tengah kekhawatiran pembatasan aktivitas yang dipimpin virus di Jepang.
  • Tokyo dan 3 prefektur sekitarnya dapat menyaksikan keadaan darurat sejak minggu ini.
  • IMP Manufaktur Bank Jibun Jepang mengalahkan kontraksi manufaktur untuk pertama kalinya sejak awal 2019.
  • Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,15%, Nikkei 225 turun lebih dari 1,0% di tengah sentimen hati-hati.

USD/JPY memantul dari rendah intraday ke 103,07, melemah sebesar 0,18% dalam sehari, di tengah jam awal pembukaan pasar Tokyo pada hari Senin. Pasangan yen baru-baru ini merosot setelah perbincangan atas kondisi virus Corona (COVID-19) yang memburuk di Jepang yang mengarah ke keadaan darurat. Juga yang membebani pasangan ini adalah IMP Manufaktur Bank Jibun tertinggi multi-bulan dan kelemahan dolar AS.

Di awal Asia, Kyodo News Jepang melaporkan tajuk utama yang menunjukkan pemerintah bergegas meminta pendapat para ahli sambil menanyakan apakah akan mengumumkan keadaan darurat di Tokyo dan prefektur tetangga yang dilanda kasus virus corona yang melonjak. “Jepang sedang berusaha keras untuk mengekang infeksi virus corona dengan lebih dari 3.100 kasus baru dikonfirmasi pada hari Minggu. Tokyo melaporkan 816 infeksi baru, sehingga total kumulatif menjadi 62.590, sejauh ini yang terbesar di antara 47 prefektur di negara itu,” menurut berita tersebut lebih lanjut.

Risiko juga dapat dibebani oleh berita utama Reuters, mengutip regulator sekuritas Tiongkok, yang mengatakan, New York Stock Exchange (NYSE) berencana untuk menghapus tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok yang bersifat "politis" dan dampaknya akan "terbatas". Perlu disebutkan bahwa berlalunya rintangan Brexit dan paket bantuan covid AS, para pengamat risiko dapat kembali memantau berita perselisihan AS-Tiongkok.

Selain itu, hasil positif IMP Manufaktur Bank Jibun Jepang untuk bulan Desember juga mendukung penjual USD/JPY. Pembacaan kedua dari indeks manufaktur utama Asia tidak hanya melampaui perkiraan awal di 49,7 tetapi mencatat  ekspansif 50,00 untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.

Dengan latar belakang ini, Kontrak berjangka S&P 500 mundur dari rekor tertinggi di sekitar pertengahan 3.700-an sementara Nikkei 225 Jepang turun 1,22% pada saat berit a ini ditulis.

Selanjutnya, katalis risiko akan menjadi kunci sementara pembacaan kedua dari data aktivitas bulanan juga penting untuk diperhatikan.

Analisis teknis

Meskipun pembeli USD/JPY cenderung tidak kembali kecuali menyaksikan penembusan sisi atas dari garis tren jatuh delapan minggu, sekarang di 103,70, terendah multi-bulan yang muncul pada bulan Desember di sekitar 102,87 bisa menjadi pembatas terdekat penurunan harga.

 

Setelah Kita Divaksinasi, 2021 Akan Terasa Seperti Taper Tantrum 2013 – IIF

Menurut Robin Brooks, Kepala Ekonom di Institute of International Finance, ekonomi global akan pulih, dan pasar akan menguji seberapa besar komitmen F
อ่านเพิ่มเติม Previous

PBOC Tetapkan Kurs Tengah Yuan Pada 6,5408

Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) telah menetapkan kurs tengah yuan pada 6,5408 versus 6,5249 sebelumnya. USD/CNH (nilai tukar yuan luar negeri) saat ini diperdagangk
อ่านเพิ่มเติม Next