Emas: Penjualan CTA Membatasi Kenaikan di Bawah US$4.400 - TD Securities

Para ahli strategi komoditas TD Securities melaporkan bahwa Emas mempertahankan kenaikannya setelah data lapangan pekerjaan AS yang lebih lemah mengurangi persepsi risiko kenaikan suku bunga The Fed, tetapi CTA (Commodity Trading Advisors) sedang mengurangi posisi beli. Mereka berpendapat bahwa dengan harga energi yang kembali naik, narasi stagflasi harus menguat agar Emas dapat reli lebih lanjut, dan mencatat bahwa harga perlu menembus US$4.400/ons agar CTA kembali menambah posisi beli.

CTA Mengurangi Eksposur meski Ada Dukungan

"Logam-logam mulia berhenti sejenak. Logam kuning ini mempertahankan kenaikannya setelah angka lapangan pekerjaan yang lebih lemah semakin mempertanyakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang."

"Namun, dengan harga energi yang kembali merangkak naik, narasi stagflasi perlu menguat agar emas ikut bergerak naik."

"Untuk saat ini, minat beli dari para trader SHFE teratas di Asia dan arus masuk ETF yang berlanjut memberikan dukungan."

"Di sisi lain, CTA mulai mengurangi posisi beli, dengan harga perlu menembus US$4.400/ons untuk menambah kembali posisi beli."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Yen Jepang: Berisiko kembali ke 160 terhadap Dolar AS – ING

Francesco Pesole dari ING menyoroti bahwa data Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dan prospek The Fed yang lebih dovish seharusnya, secara teori, menguntungkan Yen Jepang (JPY) mengingat sensitivitasnya yang tinggi terhadap suku bunga.
Mehr darüber lesen Previous

Federal Reserve: Pertumbuhan Sideways dan Inflasi yang Membandel – TD Securities

Ekonom AS TD Securities Oscar Munoz dan Eli Nir memprakirakan pertumbuhan output AS akan bergerak sideways pada 2026 karena guncangan Minyak yang masih berlanjut dan risiko terkait Iran membuat Federal Reserve tetap menahan suku bunga hingga akhir tahun.
Mehr darüber lesen Next